December 14, 2013

Information and Technology in Public Health Perspective



Martin, Brown, DeHayes, Hoffer, dan Perkins pada tahun 2005 mendefinisikan Teknologi Informasi merupakan kombinasi teknologi komputer yang terdiri dari perangkat keras dan lunak untuk mengolah dan menyimpan informasi dengan teknologi komunikasi untuk melakukan penyaluran informasi. Di sini teknologi komunikasi digunakan sebagai alat penyaluran informasinya, sedangkan informasinya diolah dan disimpan dalam komputer.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang pesat dan dimanfaatkan di semua sisi kehidupan, termasuk di bidang kesehatan. Penerapan TIK di bidang kesehatan yang dikenal dengan e-Health merupakan suatu tuntutan organisasi, tidak saja di sektor pemerintah, tetapi juga di sektor swasta, yaitu dalam melaksanakan pelayanan agar lebih berkualitas dan efisien. Bila penerapan TIK di bidang kesehatan berhasil mencapai sasaran, maka pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dipercepat.

Teknologi Informasi sangat penting di bidang kesehatan masyarakat, yaitu dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan surveilans epidemiologi penyakit atau pengamatan kejadian penyakit dari hari ke hari, sehingga kejadian luar biasa penyakit dapat secara cepat diantisipasi. selain itu, dengan TIK, peningkatan gizi buruk, peningkatan kejadian malaria, diare, demam berdarah, dapat terdeteksi lebih dini melalui perangkat TIK yang bergerak. Sehingga dapat dilakukan pencegahan dengan berbagai langkah. 

Kemudian TIK juga sangat bermanfaat untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam kaitannya dengan kesehatan. Melalui TIK seorang SKM dapat mengedukasi masyarakat misalnya melalui sosial media, serta melalui penggunaan pamflet, leaflet, video, maupun media lain. TIK memberikan kemudahan untuk menarik minat masyarakat dengan modelnya yang bervariasi dan terus berubah sesuai perkembangan.